بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ(Bismillahirrahmanirrahim)

Bpk/Ibu Sahabat HNI,

✅Mengenal Poin Produk HNI

Apa itu poin?

Bahasa sederhananya adalah bagian dari anggaran pemasaran. Bukan hanya network marketing, bisnis apa pun akan ada anggaran pemasaran.
Contoh, misalnya sebuah produk yang harga jual Rp 100.000 yang Anda beli di minimarket, dibalik harga itu ada anggaran pemasaran.

Anggaran pemasaran itu untuk minimarket, dibagikan untuk grosir, untuk agen, dan untuk distributor.
Harga jual itu = biaya produksi + biaya pemasaran + biaya lain-lain. Nah,
di HNI, bagian biaya pemasaran itu dialokasikan untuk poin. Poin untuk menghitung bonus agen.

Jika di bisnis biasa, anggaran pemasaran dibagikan untuk pengecer, grosir, agen, dan distributor termasuk iklan (jika ada), maka di HNI anggaran pemasaran diberikan kepada agen (member) HNI dengan pembagian seperti diatur di Success Plan.

Berapa persen poin setiap produknya?

Setiap produk HNI akan memiliki poin yang berbeda-beda. Persentasinya juga berbeda, ada banyak pertimbangan dan perhitungan dalam penentuan poin termasuk pertimbangan syariah. Di HNI, dipastikan penentuan poin dalam angka yang wajar dan adil, sesuai ketentuan syariah.

Untuk mengetahui poin, di katalog sudah dicantumkan untuk masing-masing produk.

Contoh Kopi 7 Elemen, poinnya 25.
Sebenarnya itu mewakili Rp 25.000, biar mudah dan sederhana, disebut saja 25.
Nanti dalam perhitungan bonus akan dihitung Rp 25.000.
Saat bpk/ibu membeli Kopi 7 Elemen, bukan berarti Rp 25.000 akan kembali ke bpk/ibu, tetapi akan dibagikan sesuai dengan Success Plan. Dan tentu Bpk/ibu akan juga mendapat bagiannya.

Saat mitra atau Agen yang bergabung dibawah Bpk/Ibu membeli Kopi 7 Elemen, artinya Bpk/Ibu berjasa menyalurkan produk tersebut. Maka Bpk/Ibu pun akan kebagian juga.
Jangan tanya dulu berapa, tetapi fahami dulu konsepnya. OK?

Perhitungan Bonus Berdasarkan Omset Penjualan Produk
Bisnis Network Marketing yang benar, akan selalu menghitung bonus berdasarkan penjualan produk.
BUKAN dari biaya pendaftaran . Biaya pendaftaran hanya untuk keperluan administrasi. Makanya bisnis yang benar, biaya pendaftarannya akan murah. Kalau mahal (tanpa produk), dipastikan itu adalah money game.

Karena anggaran pemasaran tiap produk berbeda, maka omset akan dihitung berdasarkan poin, bukan berdasarkan harga jual.
Sebenarnya sama saja. Jika poin setiap produk sama, perhitungan bisa menggunakan harga jual. Akan lebih mudah, langsung saja perhitungan berdasarkan poin.

Secara sederhana POIN itu diberikan kepada :

➡️ AGEN

➡️ PENJUAL

➡️ MENTOR

Agar belanja PRODUK HNI bisa mendapatkan POIN, maka TIPSnya :

➡️ Belanja Produk HNI harus di Halalmart HNI
(macam halalmart : Stockis center (SC), Distribution Center (DC), Agency Center (AC, atau di Bussines Center (BC).
jika belanja di agen yg belum Halalmart maka bpk ibu tidak akan mendapatkan poin. karena jika hanya menjadi agen HNI maka beliau beliau belum bisa memiliki fasilitas input poin

➡️ Halalmart –> Wajib menginput belanjaan mitra mitra HNI, karena poin ini hak setiap mitra HNI saat belanja produk HNI.

➡️ Tunjukkan Kartu HNI di saat belanja.
Halalmart akan menginput belanjaan mitra sesuai nomer ID HNI. maka bpk ibu sekalian harus ingat dan menyimpan no ID nya. jika lupa maka segera cari info kepada mentor mentornya agar no idnya diberikan lagi.

Demikian semoga bermanfaat

12.13

POIN di HNI
Tagged on:             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan Hubungi kami !